Nelayan Cilincing Diguyur Modal

Kamis, 12 Januari 2017 | 14:03
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
BLUSUKAN: Tubagus Choesni (tengah) didampingi Parman Nataatmadja (kedua dari kiri) di Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara.

INDOPOS.CO.ID - Deputi Koordinasi Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Tubagus Choesni didampingi Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (persero) Parman Nataatmadja mengunjungi nasabah Mekaar (Membina Keluarga Sejahtera) binaan PNM di Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara, kemarin.

Turut hadir pula Executive Vice President Mekaar PNM Bambang Siswadji dalam kunjungan perdananya ke rumah Mekaar Cilincing. Tubagus menyatakan apresiasi sekaligus rasa bangga atas kinerja PNM dalam memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang bermukim di sekitar kawasan tersebut. Menurutnya, langkah ini harus dicontoh pemerintah sebagai upaya mendorong perekonomian dan kesehjateraan masyarakat, khususnya yang hidup dibawah garis kemiskinan.

“Saya mengapresiasi upaya PNM Mekaar karena bisa memberdayakan masyarakat pra sehahtera melalui pembiayaan kelompok. Kegiatan ini juga mencerminkan nilai-nilai revolusi mental yang diinstruksikan Presiden Jokowi, yakni jujur, kerja keras dan gotong royong,” ujar Tubagus di sela kunjungannya ke Kampung Nelayan, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing Jakarta Utara, Selasa (10/1). Menurutnya PNM mengerjakan hal yang tidak bisa dikerjakan pemerintah.

Karena pemerintah mengerjakan skala besar dan kapasitas pegawai pemerintah pun tidak banyak. ”Jadi, kami banyak berguru ke PNM, bagaimana belajar pengalamanpengalaman yang baik untuk bisa diimplementasikan,” imbuhnya. Executive Vice President Mekaar PNM Bambang Siswadji mengatakan, selaras dengan tujuan pendirian perusahaan, PNM berkomitmen untuk berkontribusi pada pengembangan pelaku usaha mikro kecil (UMK) di Indonesia. Pihaknya tak pernah lelah untuk membina pelaku UMK dalam negeri dan membuat mereka dapat berkembang, sehingga bisa membuka lapangan kerja bagi lingkungannya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui program Mekaar, dirinya berharap dapat memberikan kontribusi kepada negara dalam menurunkan angka kemiskinan melalui penciptaan masyarakat prasejahtera yang produktif Seperti diketahui, selain Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang menjadi amunisi utama PNM dalam menjalankan bisnisnya, sejak awal 2016 PNM kembali mengepakkan sayap bisnis melalui program Mekaar (Membina ekonomi Keluarga Sejahtera). Program yang menyasar ibu rumah tangga prasejahtera produktif itu merupakan unit bisnis yang memberikan jasa pembiayaan secara berkelompok tanpa agunan.

Saat ini, tercatat sudah ada 442.924 ibu rumah tangga prasejahtera produktif pelaku usaha mikro kecil yang berada di 1.244 kecamatan di seluruh Indonesia hingga pelosok desa. Dari total nasabah Mekaar tersebut, jumlah nasabah Mekaar di Kelurahan Kalibaru dan Kecamatan Cilincing sebanyak kurang lebih 4.200 nasabah.(dni)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%