Lift Terjun Bebas, Cagub Anies Lolos dari Maut

Jumat, 17 Maret 2017 | 22:52
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
lift terjatuh dari ketinggian terjadi di sebuah pusat perbelanjaan Blok M

INDOPOS.CO.ID - Insiden kecelakaan sebuah lift terjatuh dari ketinggian terjadi di sebuah pusat perbelanjaan Blok M Square, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/3) pukul 13.00 WIB. Sebanyak 25 korban mengalami luka-luka dan dievakuasi ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Beruntung tidak ada korban tewas dalam kejadian itu.

Informasi yang dihimpun, diduga musibah itu terjadi akibat tali sling sebuah lift terputus dari lantai tiga sampai lantai ground Blok M Square. Saat itu, di dalam lift terdapat banyak orang. Disinyalir lift dalam kondisi penuh orang ketika berada di lantai tujuh.

Saksi Ati, 35, pengawas Cleaning Service Blok M Square menuturkan, pada saat selesai bubaran salat Jumat, kondisi lift penuh orang dan sinyal lift berbunyi, namun tetap dipaksakan. Ketika lift terjatuh, terdengar bunyi keras di basement. Saat itu, lift berisi sekitar 25 orang. ” Para korban selanjutnya dibawa ke RS Pusat Pertamina,” tandasnya.

Widyaningrum, pelajar kelas 12 SMA Darma Karya Melawai mengaku naik dari lantai lima kemudian lift menuju lantai tujuh yang merupakan bagian teratas pusat perbelanjaan itu. Setibanya di lantai tujuh, masuklah orang-orang yang baru selesai menunaikan salat Jumat. Di lantai itu memang terdapat masjid yang biasa digunakan pengunjung untuk ibadah. ”Karena kapasitas lift melebihi batas, terdengar bunyi peringatan (dan lift tidak mau bergerak, Red),” ujarnya dalam keterangan kepada kepolisian.

Setelah beberapa orang yang keluar, baru lift beranjak turun. ”Kondisi lift terasa berbeda di lantai lima. Lift meluncur cepat dan sempat berhenti di lantai satu, lalu jatuh ke ground,” jelas Widyaningrum yang merupakan salah satu korban.

Salah seorang saksi lain, Maulana, 26, mengaku sempat menaiki lift yang nahas itu. Dia merasa bahwa lift tersebut akan jatuh karena overload. "Di lantai enam saya turun sama teman saya karena udah ngerasa kepenuhan," paparnya di lokasi kejadian.

Maulana menambahkan, saat di lantai enam hendak menaiki anak tangga menuju lantai tujuh, dirinya mendengar suara seperti benda jatuh dari dalam lift. Ternyata benar, lift itu terjatuh ke lantai UG (basement). "Ada beberapa anak sekolah yang saya lihat masuk, nggak lama dari itu suara bruk. Saya belum tahu ada korban berapa," sambung dia.

Ketika terdengar dentuman keras, sejumlah pengunjung dan petugas mal berbondong-bondong menuju ke lokasi kejadian. Selanjutnya, evakuasi segera dilakukan. Saksi Abdul, 33, mengatakan, ada sekitar lima orang yang membobol pintu lift. ”Dari dalam lift, terdengar ada suara keras yang meminta pertolongan,” katanya.

Di saat pintu lift dapat terbuka, kondisi sempat kacau di dalamnya. Sebab, lanjut Abdul, korban yang berada di dalam lift berdesak-desakan ingin segera keluar. Mereka para korban dalam kondisi panik bercampur syok.

"Keluarnya juga pada yang injak-injakan, situasi panik gitu. Ada yang sebagian bisa jalan, ada yang pula kakinya sudah patah. Yang kondisinya parah banget sekitar lima (orang, Red)," tandas Abdul.  

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menerangkan, perkara ini sedang pendalaman oleh Polres Metro Jakarta Selatan. Keterangan sementara kata dia, lift terjatuh karena over kapasitas.

"Jadi lift itu di lantai tujuh, kemudian ke basement. Ada bebepara saksi yang akan dimintai keterangan. Kejadiannya itu tadi pada saat setelah Jumatan (salat Jumat, Red)," kata dia ketika dikonfirmasi, Jumat (17/3).

Saat itu, lanjut dia, para jamaah masuk dalam lift, dan liftnya terbatas kapasitas. "Ini sedang dalam penyelidikan dari Polres Jakarta Selatan," tambah dia.

Lalu untuk korban, menurut Argo, dari data sementara total ada 25 orang yang menjadi korban. "Luka semua, korban meninggal tidak ada. Sekarang di RS Pusat Pertamina," sambung dia.

Saat disinggung kemungkinan memeriksa manajemen Blok M Square atau pihak yang bertanggung jawab atas lift itu, Argo berkata hal itu pasti. "Iya (diperiksa, Red). Tapi yang terpenting sekarang korban dulu. Sakitnya seperti apa nanti nunggu diagnosa dokter," tukas dia.

Anies Naik Eskalator

Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta Anies Baswedan lolos dari maut kecelakaan lift jatuh di Blok M Square, kemarin siang. Saat itu, Anies berada di lokasi Blok M Square untuk mengikuti salat Jumat di masjid lantai tujuh. Selesai salat, dia ikut rombongan untuk turun lewat lift. Entah kenapa walaupun dengan pengawalan petugas, Anies lebih memilih untuk naik eskalator, sehingga lolos dari insiden maut tersebut.

Sementara, Herman, 40, pegawai puskesmas mengatakan, pada pukul 13.00 WIB ditelepon oleh dokter Blok M Squre dan dikabarkan bahwa ada korban yang terjatuh dari lift. "Saya membawa korban yang mengalami patah tulang kaki sebelah kiri dan leher serta anak sekolah yang mengalami syok," ujarnya pada wartawan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Budi Hermanto mengatakan, hingga kini kasusnya masih dalam penyelidikan. (elf/jpg/ibl)

Data 25 Korban

1. Tn Sutoto, 40.
2. Tn Salmudin, 33.
3. Tn Bumi Suhartan, 31.
4. Nn Diana, 18.
5. Nn Hani Nurhasanah, 18.
6. Tn Lesi, 25.
7. Tn Shadiq Al Beri, 41.
8. Tn Ridwan, 48.
9. Tn David Evan, 26.
10. Tn Ari Budi Nugraha, 19.
11. Tn Ade Gunawan, 16.
12. Tn Wisnu Panduwinata, 30.
13. Tn Yasa, 41.
14. Nn Nina Azmia, 18.
15. Nn Nadira Indriani, 18.
16. Tn Afdal, 50.
17. Nn Widyaningrum, 19.
18. Tn Endang Supriatna, 28.
19. Tn Sunardi, 21.
20. Tn Subiri, 57.
21. Tn Mahmud, 20.
22. Tn Irfan Irmansyah, 21.
23. Tn Bagus Pribadi, 19.
24. Tn Indra Nur Rahman, 24.

25. Tn Suna Wijaya, 52, dibawa ke Puskesmas Kebayoran Baru

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%