3,8 Juta Kendaraan di Ibukota Tunggak Pajak

Hambat Pendapatan Daerah

Senin, 20 Maret 2017 | 11:17
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Sejumlah pihak menyoroti tunggakan pajak kendaraan bermotor di Jakarta yang mencapai 3,8 juta kendaraan.

Kondisi ini dinilai sangat merugikan, karena menghambat pemasukan bagi pendapatan daerah. Berdasarkan perhitungan, potensi kerugian akibat tunggakan tersebut mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

"Sangat memprihatinkan tunggakan pajak hingga sebesar itu," ujar Mohammad Syaiful Jihad, direktur eksekutif Jakarta Public Service (JPS), kemarin.

Syaiful berharap, pihak-pihak yang bertanggungjawab segera mengejar tunggakan itu. Terlebih kejadian serupa kerap terjadi setiap tahunnya.

Pada 2015 silam, berdasarkan data Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta juga terdapat sebanyak 3,2 juta sepeda motor menunggak bayar pajak dan juga ratusan ribu roda empat menunggak sehingga potensi kerugian ketika itu mencapai Rp 1,2 triliun.

Sementara itu, Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 3,8 juta kendaraan di Jakarta yang menunggak pajak. Jumlah itu berdasarkan data perpajakan 2017. 

Mengacu pada data tersebut, BPRD bersama Kepolisian berencana menggelar razia bersama.

"Ada 3,2 juta kendaraan roda dua yang BDU (belum daftar ulang), dan kendaraan roda empatnya ada 600 ribu," kata Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto dalam keterangan tertulis, Minggu (19/3/2017).

Dalam rapat BPRD bersama Kepolisian pada Jumat (17/3/2017), diputuskan razia akan digelar untuk mengumpulkan pajak yang tertunggak.

Budiyanto mengatakan razia dapat membangun efek jera sehingga pemilik kendaraan segera membayar pajak.

"Razia bersama akan dilaksanakan sekitar akhir April atau Awal Mei 2017, nanti melihat perkembangan situasi," terang dia.

Razia gabungan tersebut melibatkan BPRD, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Polri. Sebelum pelaksanaan, akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Dalam Peraturan Daerah DKI Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pajak Kendaraan Bermotor, tarif pajak tahunan untuk kendaraan pribadi sebesar 2 persen dari harga kendaraan.

Pajak berlaku progresif dengan penambahan 0,5 persen untuk kendaraan kedua dan seterusnya. (wok)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%