Agar Tidak Timbulkan Konflik, Kios di Rusun Butuh Penataan

Jumat, 21 April 2017 | 14:07
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
DITATA: Penghuni rusun harus melakukan sinergi dengan pemilik kios di rusun.

INDOPOS.CO.ID - Keberadaan kios di rumah susun (rusun) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta selama ini belum tertata dengan baik. Bahkan, kerap menimbulkan persoalan, baik antara pedagang dengan penghuni, maupun dengan pengelolan rusun, serta tidak maksimalnya pendapatan pedagang.

Untuk itu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencanan mengubah konsep penataan kios di rumah susun (rusun). "Sebelumnya konsep penataan kios di rusun akan diterapkan seperti mal yang di atasnya terdapat apartemen. Namun konsep tersebut ternyata tidak cocok diterapkan di rusun. Jadi perlu adanya penataan kembali," ujar Ahok, kemarin (20/4).

Menurut Basuki, daya beli masyarakat di rusun berbeda dengan di apartemen sehingga harus dilakukan perubahan konsep. Ke depan kios-kios di rusun tidak lagi dibangun di bawah, melainkan di lokasi lainnya yang terpisah dengan rusun seperti di pinggir jalan.

"Ini di depannya kan ada jalan raya, jalan inspeksi Kanal Banjir Timur, berarti banyak lalu lalang di situ. Masyarakat akan mampir belanja. Ini yang mau kami evaluasi," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Sementara itu, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta memastikan pembenahan rusun terus dilakukan. Salah satunya dengan pengaliran listrik terhadap lima rumah susun (rusun) yang baru selesai dibangun.

Semula aliran listrik kelima rusun yang terdiri dari Rusun Semper, KS Tubun, Cakung Barat, Marunda dan Bekasi KM2 tersebut sempat terkendala karena adanya permasalahan administrasi. "Gardu listriknya sudah dibangun tinggal suplai powernya. Kita sudah koordinasi," ujar Arifin, selaku Kepala DPRKP DKI Jakarta.

Menurut Arifin, saat ini sudah disepakati bersama dalam pemanfaatan aset sehingga kedua belah pihak tidak saling dirugikan. "Jadi lokasi ditetapkan, aset tetap milik kami, tapi PLN bisa gunakan dan tidak bayar. Pekan ini dipasang," tandasnya. (wok)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%