Pelaku Penipuan Investasi 10 Juta Dolar AS Warga Afrika Ditangkap

Kamis, 10 Agustus 2017 | 23:38
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Polisi masih memburu seorang warga negara asing bernama Gabi setelah temannya yang bernama Robson David Ferrao alias Donald, 37, yang merupakan warga negara Republica De Mocambique ditangkap. Penangkapan ini dilakuan setelah keduanya menipu WNI bernama Purwoto, 47, yang dirugikan Rp 200 juta.

 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, awalnya pada hari Selasa (11/7) Purwoto Desun Pasar Serdang Kelurahan Serdang Jaya Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi sedang berkunjung di Jakarta. Selasa petang itu ia berjalan-jalan di Mall Atrium Senen. Tanpa sengaja ia berkenalan dengan pelaku yang bernama Gabi.
 
Dengan gaya meyakinkan layaknya seorang penipu, Gabi mengatakan kalau dirinya memiliki uang 10 juta Dolar AS di luar negeri dan ingin dia investasikan di Indonesia. Kepada korban, pelaku berkonsultasi apa saja yang bisa memberi keuntungan besar kalau berinvestasi di Indonesia. Setelah korban mulai percaya, pelaku mengatakan bahwa untuk mengeluarkan uangnya diperlukan dana Rp 200 juta yang akan digunakan untuk mengurus berbagai dokumen perbankan plus pembayaran pajak. Pelaku lantas meminta bantuan kepada korban dengan iming-iming uangnya yang 10 juta dolar AS atau sekitar Rp 130 miliar akan dipercayakan kepada korban untuk dikelola atau diinvestasikan. Mereka lantas membuat janji untuk melakukan pertemuan di Mall Atrium pada kesempatan selanjutnya.
 
Kemudian pada hari Jumat (4/8) sore sekitar pukul 16.15 korban dan pelaku kembali bertemu di mall tersebut. Kali ini Gabi mengajak temannya yang bernama Donald itu. Kepada korban, Donald mengaku sebagai penerjemah agar komunikasi diantara keduanya bisa berjalan lancar dan terhindar dari salah pengertian maupun salah persepsi. Kepada korban, Donald juga mengatakan yang akan membantu mengurus berbagai dokumen untuk pencairan uang yang 10 juta dolar AS itu. Dalam pertemuan itu, korban menyerahkan uang Rp 100 juta atau separuh dari yang diperlukan Gabi untuk biaya mencairkan uang 10 juta dolar AS.  
 
”Karena yang diminta pelaku Rp 200 juta, lalu pada hari Senin (7/8) jam 15.00 korban dan pelaku kembali di mall yang sama. saat itu korban kembali menyerahkan uang Rp 100 juta, jadi korban sudah menyerahkan uangnya Rp 200 juta,” terang Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/8).
 
Setelah menerima uang Rp 100 juta untuk yang kedua kalinya itu, tersangka Gabi lalu berpamitan kepada korban dengan alasan akan segera diserahkan kepada Donald dan segera kembali lagi. Namun ditunggu korban hingga Mall Atrium tutup pukul 22.00, baik Gabi maupun Donald tak kunjung kembali. Saat kedua nomor ponsel dihubungi ternyata selalu tidak aktif. Sadar sudah menjadi korban penipuan, korban langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolres Jakarta Pusat.
 
Polisi langsung bergerak begitu menerima laporan, Tim Opsnal Unit 1 yang dipimpin Ipda Lutfi Hayata bersama lima orang anak buahnya langsung menelusuri lokasi-lokasi atau hotel-hotel yang diketahui banyak dihuni warga Afrika.  Benar saja, begitu tim reserse mennyelidiki ke New Dias Hotel yang berlokasi di Jalan Kran V No.20 Gunung Sahari Sahari Selatan Kemayoran Jakarta Pusat. Polisi mendapati
 
Donald sedang duduk-duduk di loby hotel. Ia pun langsung dicokok saat itu juga. Sayangnya ketika Donald diminta menunjukkan lokasi kamar Gabi, yang bersangkutan sudah keburu kabur.
 
Dari dalam kamar 202 di hotel yang dihuni Donald itu, polisi menyita 4 unit ponsel merk Samsung, 1 unit ponsel merk Nokia, uang tunai Rp 15 juta, uang tunai 2.400 dolar AS atau sekitar Rp 31,2 juta, 6 unit simcard, 2 lembar bukti kwitansi pembelian emas, serta 1 lembar bukti pembelian tas.
 
”Dalam pemeriksaan tersangka Donald mengaku mendapat bagian dua kali Rp 20 juta dari temannya yang bernama Gabi itu. Uang sebesar Rp 20 juta itu diberikan setiap  korban memberi Rp 100 juta kepada Gabi. Tersangka sendiri dikenakan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan Pasal 378 tKUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkas Argo. (ind) 
Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%