Belum Rampung, Gedung Puskesmas Dipaksa Beroperasi

Jumat, 11 Agustus 2017 | 10:30
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) masih terus memantau perkembangan kasus dugaan korupsi terhadap pembangunan 18 Puskesmas di DKI Jakarta. Hasil investigasi Rekan Indonesia, ditemukan masih ada puskesmas yang belum 100 persen. Sayangnya, tetap dipaksakan beroperasi pada Senin lalu.

Menurut Ketua Nasional Rekan Indonesia Agung Nugroho, masih ada puskesmas yang sampai kini belum rampung pembangunannya. Hal itu diungkapkan dia melalui siaran pers, Kamis (10/8). "Hasil investigasi kami menemukan beberapa Puskesmas di lima wiayah DKI yang belum selesai 100 persen pembangunannya. Ada yang pintunya belum terpasang, ada yang pipanya bocor, ada yang liftnya belum bisa dioperasikan bahkan ada yang saluran telpon dan smoke detector yang belum terpasang" ungkap dia.

Masih menurut Agung, Puskesmas yang belum selesai tersebut rata rata baru mengoperasikan lantai 1 saja untuk pelayanan umum. Sementara untuk lantai 2 sampai lantai 5 masih belum bisa digunakan. Ia mengungkapkan bahwa puskesmas tersebut baru beroperasi Senin lalu, namun masih juga ada Puskesmas yang baru akan beroperasi Senin, pekan depan.

"Seperti Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih. Di sana liftnya belum bisa beroperasi karena baru memasang dinding dan lantai lift saja. Begitu juga Puskesmas Cilincing yang bocor pipa airnya sehingga temboknya rembes oleh air," beber Agung.

Selain menemukan kondisi bangunan yang belum 100 persen selesai pembangunannya, Rekan Indonesia dalam investigasinya juga mendapat keterangan dari beberapa kepala Puskesmas yang dipaksa untuk segera pindah dan beroperasi di gedung yang baru.

"Kami memang mendapat keterangan dari beberapa kepala puskesmas yang masih memiliki hati nurani bahwa mereka dipaksa untuk segera pindah dan beroperasi. Padahal menurut mereka pembangunan gedung puskesmasnya belum selesai 100 persen," imbuh Agung.

Agung menambahkan, dari keterangan beberapa kepala puskesmas tersebut disebutkan bahwa itu perintah dari kepala Dinas Kesehatan DKI. "Kami menduga bahwa ada upaya dari dinkes DKI untuk merekayasa seakan akan puskesmas sudah selesai pembangunannya dengan memaksa puskesmas tersebut segera beroperasi. Terkait temuan Rekan Indonesia akan adanya dugaan korupsi dalam pembangunan puskesmas tersebut," tambah dia.

"Apalagi terbukti bahwa PPK telah melakukan keputusan yang tidak ada dalam peraturan terkait kontrak pengerjaan bangun dengan kontraktor yaitu melakukan perpanjangan waktu pengerjaan selama 90 hari dengan alasan perawatan," tukas Agung. (rul)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
100%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%