Macet Makin Parah, Gubernur Djarot Janji 2020 Wajah Jakarta Berubah

Jumat, 11 Agustus 2017 | 18:40
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Macet di petang hari Jakarta (Dery Ridwansyah/Jawa Pos)

INDOPOS.CO.ID - Tidak Jakarta namanya kalau tidak macet. Begitulah anekdot masyarakat memandang ibu kota. Sebab hampir semua ruas jalan ditemukan dalam kondisi macet. Apalagi di jam sibuk. Baik pagi orang-orang berangkat kerja atau sore saat pulang kerja.

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menyebut salah satu penyebab yang membuat macet di kota metropolitan ini makin parah, karena adanya pekerjaan infrastruktur.

Atas kondisi ini Djarot mengaku saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) tengah mengkaji lebih dalam terkait solusi jangka pendek untuk menanggulangi kemacetan tersebut.

Kemacetan di jalan tol dalam Kota Jakarta

Kemacetan di jalan tol dalam Kota Jakarta (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

 

"Pembatasan kendaraan masuk (kawasan) ganjil genap dan perluasan larangan sepeda motor, naikkan pajak kendaraan bermotor, memaksa masyarakat naik kendaraan umum," sebutnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (11/8).

Selain empat cara tersebut, Djarot juga telah memerintahkan PT Adhi Karya untuk merapikan Jalan Rasuna Said, Kuningan, agar lebih lebar.

"Saya sudah perintahkan kemarin yang di Kuningan, Rasuna Said itu tiang-tiang bekas Monorel, saya minta kepada Adhi Karya untuk segera bongkar sehingga jalannya gede. Kemudian tidak ada lagi jalur lambat dan jalur cepat," tegasnya.

Dia menambahkan, seluruh proyek infrastruktur fly over dan underpass Jakarta akan selesai pada bulan Desember 2017. Begitu juga Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Sudirman, Thamrin hingga Lebak Bulus akan segera selesai.

"Tahun ini pembangunan flyover dan underpass semua selesai Desember. Tinggal Cipinang yang belum. Tahun depan pembangunan MRT Sudirman-Thamrin-Lebak Bulus itu sudah selesai jalan udah bersih kembali. Saya sudah perintahkan MRT untuk rapikan kembali sebelum Juli," tutur Djarot.

Dengan semangat, Djarot ingin menjadikan warga pindah ke transportasi publik. "Kita harus beri terus stimulus, agar warga lebih suka menggunakan transportasi publik," ujarnya.

Integrasi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta pun sudah semakin baik. Djarot yakin, pada tahun 2020 Jakarta berubah menjadi kota yang lebih rapi.

"Metromini pun bergabung sama kita, kopaja bergabung sama kita. Sehingga dengan cara seperti itu maka tahun depan dan insyaallah tahun 2020 wajah Jakarta sudah berubah, termasuk trotoar juga sudah kita perbesar," terang Djarot. (cr3/JPC)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%