Keren, Unsada Kembangkan Desa Binaan Jadi Laboratorium Riset

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 15:15
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Kemandirian energi dan kemandirian ekonomi sangat berpengaruh besar pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Desa binaan Unsada kemudian akan dijadikan laboratorium untuk melakukan berbagai riset dan penelitian. Pernyataan tersebut diungkapkan Rektor Universitas Darma Persada (Unsada) Dadang Solihin ditemui INDOPOS di lingkungan kampus, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (12/8).

Menurut Dadang, mahasiswa Unsada telah memberdayakan masyarakat di desa Gunung Halu, Bandung Barat, Jawa Barat. Desa binaan Gunung Halu berada di ketinggian 1200 Meter, dan memiliki banyak potensi sumber daya alam (SDA).

" Dari jaman kolonial Belanda, daerah ini dikenal sebagai penghasil kopi. Tapi belakangan kita ketahui kebun kopi di sana tidak terurus. Penyebabnya karena kemiskinan," ujar Dadang Solihin.

Lebih jauh, Dadang menjelaskan, matinya sektor pertanian di Gunung Halu juga disebabkan oleh minimnya akses distribusi. Sehingga, tidak sedikit pemasaran hasil kopi hanya di tangan tengkulak.

" Dari sisi pemasaran ini, kami berdayakan masyarakat di sana. Hasil pemasaran yang tinggi mendongkrak perekonomian masyarakat di desa Gunung Halu," ungkapnya.

Selain sektor pertanian, masih ujar Dadang mahasiswa Unsada juga mengembangkan potensi sumber air menjadi energi listrik. Sehingga, masyarakat kini telah menikmati sumber energi listrik.

" Kami membuat mikrohidro, dengan sumber air yang melimpah kami gunakan untuk mengerakkan turbin. Dan itu menghasilkan sumber energi listrik," bebernya.

Sumber energi listrik yang melimpah, menurut Dadang dimanfaatkan untuk pabrik pengelolaan produk kopi. Secara bertahap, mahasiswa juga mengajarkan kepada masyarakat bagaimana mengelola keuangan.

" Masyarakat di desa Gunung Halu sekarang mulai menggeliat. Misalnya, ada warga yang sudah bisa membeli motor," katanya.

Meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Gunung Halu, lanjut Dadang membutuhkan program keamanan dan ketertiban masyarakat(Kamtibmas). Karena, peredaran uang harus membutuhkan kamtibmas yang kondusif.

" Dengan kamtibmas, dapat membatasi sistem ijon sampai jual paksa dari tengkulak," tegasnya.

Selain, menyasar desa pinggiran di Kabupaten Bandung Barat desa binaan Unsada juga menyasar desa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemberdayaan masyarakat di sana difokuskan pada pengelolaan rumput laut menggunakan energi matahari.

" Kami di NTB berdayakan petani rumput laut. Kami juga bangunkan mesin salinasi, untuk mengolah air laut menjadi air minum," katanya. (nas)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%