Waduh! Sampah di Kali Capai 7.000 Ton per Hari

Selasa, 12 September 2017 | 11:37
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Sebanyak 7.000 ton per hari sampah dibuang ke Sungai Ciliwung setiap hari. Akibatnya, Jakarta disebut darurat sampah. Menanggapi hal ini, Gubernur Djarot Saiful Hidayat mengaku, sudah melakukan upaya maksimal dalam menangani masalah sampah di sungai-sungai di ibu kota. "Kita sudah intruksikan pembangunan bank sampah di setiap RW, sehingga sampah yang di pemukiman maupun di sungai bisa dikurangi," ujar Djarot, Senin (11/9).

Pihaknya juga memastikan kelanjutan pembangunan fasilitas pengolahan sampah atau intermediate treatment facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara yang telah direncanakan sejak lama. Dirinya memastikan anggaran tidak akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Djarot mengatakan, selain mengurangi jumlah sampah di Jakarta Utara, ITF Sunter juga akan mengurai sampah yang biasanya dibuang ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi.

Dalam sehari, jumlah sampah yang dibuang ke Bantar Gebang mencapai 7.000 ton. Sedangkan kapasitas ITF di Sunter yang akan dibangun mencapai 2.500 sampah per hari. "Dengan begitu masalah sampah kami harapkan dapat dikurangi," jelas dia.

Seperti diketahui, setiap hari sekitar 7.000 ton sampah dibuang di Kali Ciliwung. Praktik membuang sampah itu terjadi dari hulu hingga hilir sungai. Jakarta pun disebut darurat sampah, khususnya yang dibuang ke kali.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan M.R. Karliansyah kepada media beberapa pekan lalu mengatakan, pembuangan sampah ke kali paling parah di wilayah Bogor dan Depok.

Sampah hanya bisa diangkut 75 persen dari total yang terbuang ke Kali Ciliwung. Sekitar 25 persen terbawa aliran sungai. "Lalu 8 persen lagi atau sekitar 180 ton mengendap dan mencemari Kali Ciliwung," kata dia.

Perilaku ini, ujar dia, terkait dengan adanya bangunan yang melanggar batas sempadan sungai. Saat ini KLHK dan pemerintah daerah sepanjang Kali Ciliwung bekerja sama mengontrol izin mendirikan bangunan (IMB). 

Kurangnya kesadaran kebersihan lingkungan warga sekitar membuat saluran air di wilayah tersebut kerap kali dipenuhi sampah meskipun Petugas dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Badan Air, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta rutin melakukan pembersihan. (wok)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%