Ayo Menabung dengan Sampah, Bisa Jadi Saldo Tabungan, Bayar Listrik, hingga Iuran BPJS

Selasa, 12 September 2017 | 13:20
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
BERMANFAAT: Penandatanganan kerja sama Program ”Ayo Menabung Dengan Sampah.”

INDOPOS.CO.ID - Sejumlah pihak terkait, antaralain Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Danone AQUA dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) menandatangani piagam untuk memulainya Program ”Ayo Menabung Dengan Sampah.”  Kolaborasi ini dilakukan untuk memperbaiki sistem pencatatan administrasi bank sampah unit di bawah Bank Sampah Induk Satu Hati Jakarta Barat yang memayungi 45 bank sampah. 

Penandatangan dilakukan oleh Kepala Suku Dinas (Kasudin) Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edi Mulyanto, Senior Sustainable Development Manager Danone Indonesia, Arief Fatullah dan CEO Jakarta Kota BNI, Ronny  Venir di Gelanggang Olahraga Remaja Tanjung Duren, Jakarta Barat.  Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edi Mulyanto, mengatakan, proses administrasi merupakan proses yang cukup  penting dalam menahan laju sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). ”Namun saat ini masih menjadi salah satu tantangan dalam operasional bank sampah,” ujarnya.

Melalui “Program Ayo Menabung Dengan Sampah” ini,  BNI menyediakan sistem administrasi bank sampah yang terkoneksi dengan sistem perbankan. Untuk itu bank sampah unit akan menjadi Agen 46, sehingga seluruh transaksi akan tercatat dalan sistem perbankan BNI. Dengan demikian nasabah dapat mengetahui seluruh transaksinya secara langsung. 

Sistem yang terintegrasi ini akan menggantikan pencatatan manual yang lebih rentan terhadap kesalahan manusia. Perubahan ini diharapkan dapat mendorong nasabah untuk lebih aktif menabung dengan sampah.  Sistem ini juga memberikan keuntungan lebih untuk bank sampah unit. Selain menerima transaksi menabung sampah, bank sampah unit yang telah menjadi Agen 46, bisa menerima transaksi pembelian voucher listrik, telpon, dan pembayaran BPJS.

Edy Mulyanto menyatakan optimismenya kinerja Bank Sampah Induk Jakarta Barat akan semakin meningkat dengan sistem yang terintegrasi dengan BNI.  Bukti awalnya adalah adanya 2.000 warga Jakarta Barat yang telah mendaftar menjadi nasabah Bank Sampah Unit dengan sistem baru ini. ”Bertambahnya nasabah bank sampah unit menandai akan semakin banyaknya warga yang terlibat dalam pengelolaan sampah,”  jelas Edy.

Hal itu akan berdampak pada penurunan jumlah sampah di Jakarta Barat yang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Menurut Edy  sampah di Jakarta Barat telah mengalami penurunan sebanyak 200 ton / hari.
Sementara itu Corporate Secretary BNI Kiryanto mengungkapkan, BNI memastikan Bank Sampah sudah berstatus sebagai Agen46 BNI. Yaitu agen yang menjadi kepanjangan tangan BNI dalam memberikan layanan perbankan di lingkungan masyarakat. ”Dengan menjadi Agen46, Bank Sampah di Jakarta Barat dan di daerah lain pun dapat berfungsi sebagai bank, mulai dari melayani tabungan, transfer, hingga pembayaran tagihan,” ungkapnya. 

Dikatakan, Agen46 hadir di pedesaan dan perkotaan. Saat ini sebaran Agen46 sudah mencapai lebih dari 50.000 di seluruh Indonesia. Adapun produk tabungan yang juga dikembangkan dan dapat dibuka di Agen46 antara lain adalah BNI Pandai dan BNI Simpanan Pelajar. Saat ini pemilik rekeningnya sudah tersebar luas di seluruh Indonesia, dimana BNI Pandai sudah mencapai lebih dari 1,8 juta rekening dan rekening BNI Simpanan Pelajar sudah dimiliki oleh lebih dari 293 ribu pelajar mulai dari tingkat SD sampai dengan SMA/ sederajat. 

”Dalam acara kali ini, Bank Sampah yang menjadi percontohan adalah Agen46, yaitu Bank Sampah Barokah Jakarta Barat. Warga yang mengumpulkan sampah dapat membawa sampah ke Agen46, lalu sampah tersebut ditimbang, selanjutnya sampah dikonversi menjadi uang. Uangnya ini disetor ke rekening Simpanan Pelajar untuk siswa & Rekening BNI Pandai untuk yang non siswa,” ujarnya. 

Kiryanto menegaskan, “Inovasi sistem pencatatatan ini dapat memberikan gambaran data persampahan di Jakarta Barat dengan lebih akurat, karena Pertama, data nasabah bank sampah induk terverifikasi dengan pencacatan digital. Kedua, data sampah yang terkumpul dan terolah dapat divalidasi keakuratnnya. Ketiga, data reduksi sampah ke TPA dapat tervalidasi.”(cr1/jpg)

Alur Transaksi di Bank Sampah Induk Jakarta Barat:

  1. Warga atau nasabah menyetor sampah bernilai jual ke bank sampah Agen46
  2. Sampah ditimbang
  3. Sampah dikonversi menjadi uang
  4. Uang disetor ke rekening tabungan
  5. Menerima transaksi pembelian voucher listrik, telpon, dan pembayaran iuran BPJS
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%