Almarhum Driver Online, Wariskan Santunan Puluhan Juta Rupiah

Selasa, 12 September 2017 | 21:00
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Yang namanya musibah memang tidak pernah sekalipun diharapkan datang. Tapi kenyataannya, musibah pasti akan menimpa siapapun dan kapanpun juga.

Seperti apa yang dialami oleh seorang pengemudi ojek online Sriyadi. Siapa yang menyangka di usianya yang termasuk muda, mendiang Sriyadi yang menjadi tulang punggung keluarga ini sakit, hingga akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir. Almarhum meninggalkan 1 orang istri dan 2 orang anak.

Tapi di balik musibah tersebut ada pelajaran berharga yang patut dicontoh dari almarhum Sriyadi ini. Itu tak lain adalah kesadaran mendiang untuk menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan.

 Almarhum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan kategori Bukan Penerima Upah (BPU) di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Mampang semenjak April 2017. Sehingga ketika dia meninggal, memberikan manfaat berharga kepada keluarga yang ditinggalkan. Yaitu berupa santunan klaim jaminan kematian (JKM) senilai Rp 24.000.000.

"Kami (BPJS Ketenagakerjaan) menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan oleh almarhum," ungkap Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Mampang, Tonny Tanamal,  ketika menyerahkan santunan klaim JKM secara simbolis kepada Ahli Waris Alm Sriady,  Ranny Rusviany.  Acara yang mengusung tema Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Bagi RT/RW dan Anggota LMK se-Kelurahan Pejaten Timurtersebut berlangsung di Kantor Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (12/9).

Pada kesempatan yang sama dilakukan sosialisasi manfaat program BPJS Ketenagakerjaan kepada RT/RW se-Pejaten Timur. Dilakukan pula  penyerahan kartu peserta secara simbolis kepada Ketua RT 006 RW 003 yang telah menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan terhitung sejak bulan September 2017 ini. 

"Setiap kita melangkah itu ada risiko. Seperti almarhum ini sebagai pengemudi ojek online mungkin semula mengira risikonya adalah kecelakaan di jalan. Siapa yang menyangka ternyata dia sakit di rumah sampai akhirnya meninggal," ujar Tonny. Dirinya berharap santunan tersebut dapat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Penyerahan santunan simbolis tersebut seklaigus menjadi bukti manfaat program BPJS Ketenagakerjaan di hadapan pengurus RT, RW, dan LMK yang menyusul akan menjadi peserta. Tonny menyebut, manfaat program BPJS Ketenagakerjaan sangatlah besar.

Seperti dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), peserta dicover pemulihan kecelakaan kerja tanpa batasan biaya dan tanpa batas waktu sesuai indikasi medis dari dokter. Masih banyak manfaat besar lainnya termasuk ketika peserta mengalami cacat maupun meninggal akibat kecelakaan kerja. 

Menariknya, manfaat besar itu bisa didapat dari iuran bulanan yang sangat kecil. "Kalau kecelakaan biaya rumah sakit sangatlah besar, bisa puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah," paparnya.

Tonny menyebut, pihaknya berkewajiban menyosialisasikan manfaat besar program ini kepada masyarakat pekerja. Pihaknya juga mengemban amanat untuk mengajak seluruh masyarakat pekerja bergabung dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. "Karena program ini sifatnya gotong royong. Yang masih sehat membantu yang lagi terkena musibah. Seperti halnya pajak, kepesertaan program BPJS Ketenagakerjaan wajib bagi masyarakat pekerja," paparnya.

Dikatakan, BPJS Ketenagakerjaan selaku penyelenggara program jaminan sosial ketenagakerjaan memberikan  perlindungan kepada pekerja tidak hanya pada sektor formal (Penerima Upah) namun juga pada sektor informal (Bukan Penerima Upah). Yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT). Program tersebutlah yang melindungi pekerja kapanpun dan dapat terjadi di manapun yang berkaitan dengan aktifitas pekerjaannya. 
Seperti pada program JKK, yang memberikan manfaat biaya pengobatan dan perawatan tanpa batas atau unlimited hingga fase rehabilitasi. 

Sementara jika terjadi resiko meninggal dunia akibat kecelakaan kerja ahli waris pekerja BPU berhak menerima santunan yang besarnya 48x rata-rata pendapataan perbulan yang telah tercatat di BPJS Ketenagakerjaan sebagai dasar perhitungan iuran. Jika terjadi resiko kematian bukan karena kecelakaan kerja, ahli waris BPU dapat menerima Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 24.000.000, yang ditambah dengan beasiswa kepada 1 orang anak sebesar Rp 12.000.000 dengan syarat minimal kepersertaan 5 tahun. 

Komponen lainnya adalah Program Jaminan Hari Tua (JHT), yang sifatnya opsional bagi anggota BPU. Layaknya peserta BPJS Ketenagakerjaan reguler, peserta BPU juga dapat memperoleh kemudahan dalam hal pendaftaran dan pembayaran. Saat ini pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan sudah dapat dilakukan melalui aplikasi online berbasis web. 

Proses pembayaran pun semakin mudah karena dapat dilakukan melalui bank-bank serta mitra BPJS Ketenagakerjaan yang tersebar di berbagai lokasi strategis. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menghadirkan aplikasi BPJSTK Mobile yang bermanfaat bagi para peserta untuk melakukan pengecekan jumlah upah yang dilaporkan dan saldo JHT yang mereka miliki. 

Aplikasi BPJSTK Mobile untuk smartphone tersebut dapat didownload di apps store android, ios, blackberry dan windows mobile. Selain memberikan perlindungan, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan manfaat saat ini atau present benefit kepada para peserta.

Di mana para peserta dapat merasakan manfaatnya tanpa perlu menunggu kecelakaan kerja, kematian dan hari tua terlebih dahulu.  Manfaat ini dapat berupa  diskon atau potongan harga oleh perusahaan atau tenant yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan seperti perhotelan dan restoran. Di samping diskon ataupun potongan harga, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan fasilitas kredit perumahan bagi peserta yang memenuhi persyaratan dari perbankan yang telah bekerjasama.

Tenaga kerja yang terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Mampang per September 2017 adalah sebanyak sebanyak 132.395 dari sektor Penerima Upah dengan jumlah perusahaan yang terdaftar sebanyak 3.398 perusahaan. Sedangkan dari sektor Bukan Penerima Upah tenaga kerja yang terlindungi adalah sebanyak 7.775 tenaga kerja, yang di dominasi oleh peserta dari Pengemudi Ojek Online. 

Untuk pembayaran kasus jaminan sepanjang Januari hingga September 2017, Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Mampang mencapai Rp 134.121.992.136 dengan total 8.707 kasus. Dengan perincian, untuk program JHT mencapai Rp 131.140.482.383 dengan total sebanyak 8.381 klaim JHT. Untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) mencapai Rp  977.707.874 dengan total  sebanyak 166 klaim JKK. Program Jaminan Kematian (JKM) mencapai Rp 1.800.000.000,00 dengan total sebanyak 66 klaim JKM serta Jaminan Pensiun (JP) mencapai Rp 125.862.725 dengan total 101 kasus. (dni)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
100%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%