Setoran UPT Parkir Banyak Kebocoran

Harus Segera Ditelusuri

Rabu, 13 September 2017 | 15:09
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Jalan Menyempit: Sejumlah kendaraan terparkir di badan jalan di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (12/9). Pemprov DKI akan melakukan penindakan terhadap kendaraan bermotor yang tidak terparkir di garasi mulai Oktober 2017, sebagai tindak lanjut Perda No.5 Tahun 2014 tentang Pemilik Kendaraan Bermotor Wajib Memiliki Garasi.

INDOPOS.CO.ID - Indikasi pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum petugas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah dalam sorotan. "Ternyata pemberantasan pungli yang selama ini digembar-gemborkan oleh Pemprov DKI belum sepenuhnya berhasil. Buktinya masih ada aksi main tilep oleh petugas parkir di lapangan," ujar Agus Taufiqurohman, Ketua Lembaga Kontrol Korupsi (LKK), Selasa (12/9).

Agus menengarai, pungli seperti inilah yang membuat pendapatan daerah dari sektor parkir mengalami kebocoran yang besar. Agus juga menduga ada oknum-oknum di UPT Parkir Dishub yang diuntungkan dari kebocoran parkir ini.

Untuk itu, Agus mendesak aparat penegak hukum menelusuri adanya keterlibatan oknum teraebut, serta menindak tegas karena hal itu sama saja dengan praktik korupsi. "Kebocoran parkir di Jakarta ini diduga mencapai puluhan miliaran rupiah, dan itu jumlah bukanlah jumlah yang sedikit sehingga harus ditelusuri," tegas dia.

Sementara itu, Kepala Humas UPT Parkir Dishub Ivan Tupanwael mengakui adanya kemungkinan aksi pungutan liar oleh petugas parkir di lapangan yang uangnya tidak masuk ke daerah, melainkan ke kantong pribadi.

Bahkan kemungkinan bukan hanya di parkir Pasar Pramuka, namun juga di lokasi lain di ibu kota. "Tidak menutup kemungkinan pungutan tidak resmi ini bukan hanya terjadi di Pasar Pramuka, tapi juga wilayah lain," tutur Ivan.

Merski demikian, pihaknya mengaku tidak tinggal diam. Pemberian sanksi kepada petugas yang menyimpang telah dilakukan. "Kami sudah beri teguran, dan kalau masih mengulang akan kami sanksi secara tegas," tutur dia.

Seperti diketahui, aksi main 'tilep' uang parkir oleh petugas di Jakarta masih saja terjadi. Seperti biasa, mereka tidak memberikan bukti atau karcis ke pemilik kendaraan sehingga uangnya tidak terdata.

Pengamat Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan menceritakan pengalamannya memarkirkan mobil di pasar Pramuka, Jakarta Timur. "Kemarin saya mau parkir di depan Pasar Obat Pramuka, Jakarta Timur. Saat saya mau keluar mobil si petugas dengan baju seragam Dishub katakan pada saya bahwa saya jangan lama-lama parkirnya, karena takut diderek," kata Tigor.

Mendengar peringatan dari petugas ia pun terkaget-kaget dan dan balik bertanya, “Di sini boleh parkir atau tidak? Ada izin kalian berseragam Dishub kok parkir liar?" Si petugas lalu menjawab bahwa parkir yang resmi hanya dengan posisi serong. “Memang di samping serong, para petugas parkir Dishub terang-terangan melanggar parkir dengan  posisi berbaris di samping parkir serong. Jelas ini sebuah pelanggaran parkir yang dilakukan oleh aparat Dishub di sana," tuturnya.

Saat hendak pergi dengan mobilnya, Tigor memberikan uang tunai sebesar Rp3.000  kepada petugas parkir berseragam Dishub itu. Tapi si petugas menolaknya dengan alasan kurang. "Rp 4.000 Pak", kata Azas menirukan omongan si petugas.

Ia lalu memberikan Rp 4.000 dan meminta tanda bayar parkir. Sebab, ia melihat terdapat mesin Meter Parking di lokasi. Si petugas kemudian menjawab jika ingin mendapatkan bukti parkir harus bayar Rp5.000. “Kemudian saya berikan uang Rp5.000 dan si petugas menuju ke mesin Meter Parking, memberi saya bukti bayar parkirnya," katanya.

Belajar dari kisah tersebut, Tigor berkesimpulan bahwa masih ada petugas yang berusaha berperilaku koruptif dari pendapatan negara di sektor parkir. "Jika saya tidak minta bukti bayar maka uang parkir akan masuk kantong si petugas parkir. Saya melihat banyak pemilik mobil yang parkir hanya memberi uang dan uangnya dikantongi si petugas, tidak dimasukkan mesin Meter Parking," tandas dia. (wok)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%