Sehari, Masyarakat Jabodetabek Habiskan 3,5 Jam Hadapi Kemacetan

Rabu, 13 September 2017 | 21:38
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Sektor transportasi Jabodetabek yang bermasalah karena kemacetan telah menimbulkan kerugian, dan menghilangkan potensi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Hal tersebut disebabkan oleh waktu yang terbuang sia-sia di jalan.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Konstruksi dan Infrastruktur, Erwin Aksa memaparkan, data dari Bank Dunia menunjukan bahwa masyarakat Jabodetabek umumnya menghabiskan waktu minimal 3,5 jam dalam kemacetan.

Sementara, nilai ekonomi yang hilang dalam karena waktu yang terbuang tersebut apabila digunakan untuk melakukan kegiatan produktif, bisa mendatangkan pendapatan hingga USD 3 miliar. Setara Rp 39,9 triliun dalam satu tahunnya.

Menurut Erwin, keterlibatan swasta sangat diperlukan dalam proses pembangunan hingga peningkatan pelayanan.

"Karena saat ini, peran infrastruktur masih diwarnai karakteristik transportasi yang dihadapkan pada kualitas pelayanan yang rendah dan cakupan yang terbatas," tuturnya dalam FGD bertajuk Kebijakan Infrastruktur Transportasi Jabodetabek Kedepan, di Menara Kadin Indonesia, Rabu (13/9).

Dia menambahkan, meski pemerintah melakukan penambahan bus Transjakarta dan kereta rel listrik (KRL), tetap belum cukup untuk mengurangi kemacetan.

Faktor utamanya, kata Erwin, karena jalur yang tersedia belum terkoneksi secara keseluruhan dengan moda transportasi lainnya. "Jika tidak dijalankan (integrasi), maka Jabodetabek tidak akan pernag memiliki fasilitas transportasi publik yang layak," tegas dia.

Maka, dalam FGD tersebut, Erwin mewakili Kadin menyampaikan tujuannya untuk mendukung pembangunan infrastruktur transportasi agar lebih cepat dan tepat waktu sehingga menjaga pertumbuhan ekonomi Jabodetabek. (cr3/JPC)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%