Penghuni Rusun Mengadu Nasib ke Dewan

Selasa, 14 November 2017 | 10:54
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ASPIRASI: Penghuni Rusun Datangi DPRD DKI Jakarta, Senin (13/11).

INDOPOS.CO.ID - PERSOALAN penghuni rumah susun (Rusun) belum berhasil dituntaskan. Itu terbukti dengan kedatangan puluhan penghuni rumah susun ke DPRD untuk menuntut agar tunggakan sewa mereka diputihkan, karena mereka terancam diusir dari Rusun-Rusun tersebut.

"Ini yang keempat kali kami beraudiensi ke DPRD. Rapat yang ketiga, minggu lalu, dewan berjanji akan memperjuangkan usulan kami agar tunggakan sewa para penghuni diputihkan. Jadi, kami ke sini lagi untuk menagih janji itu," ujar Ketua Umum Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Wahidah saat mendampingi para penghuni Rusun beraudiensi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (13/11).

Ia menyebut, saat ini di 23 Rusun di DKI, baik Rusunami (rumah susun milik) maupun Rusunawa (rumah susun sewa), terdapat 15.340 unit hunian, dan dari jumlah itu yang menunggak sewa di Rusunawa mencapai 9.700 orang.

"Penghuni Rusunawa yang menunggak dan bukan merupakan warga hasil gusuran, sudah banyak yang diusir. Tapi yang dari hasil gusuran, unit huniannya digembok oleh Dinas Perumahan dan Gedung," imbuh dia.

Aktivis ini menyebut, dari hasil perhitungan pihkanya dan Komisi C DPRD DKI saat penghuni Rusunawa mengadu ke komisi yang membidangi masalah keuangan tersebut, total tinggakan penghuni Rusunawa mencapai Rp28,2 miliar.

"Kami percaya DPRD dapat mendorong Gubernur melalui Dinas Perumahan karena tunggakan PBB dan PKB saja dapat diputihkan. Begitupula dengan pajak melalui program tax amnesty," tegas dia.

Wahidah memastikan bahwa para penghuni Rusunawa yang menunggak pembayaran sewa, takkan mampu melunasi tunggakannya karena selain di antara mereka banyak yang memiliki pekerjaan tak tetap, juga banyak yang berpenghasilan rendah.

"Malah di Rusun Marunda ada satu blok yang penghuninya sudah menyatakan takkan membayar tunggakan, karena dulu mereka punya rumah, tapi digusur Ahok (mantan gubernur DKI, red)," tegas dia.

Atas aksi para penghuni Rusunawa tersebut, anggota DPRD DKI Jakarta yang menerima mereka, Gembong Warsono, memberitahu, kalau berdasarkan pertemuan pekan lalu, pihaknya telah mengirim surat ke Dinas Perumahan agar tunggakan sewa para penghuni Rusunawa, diputihkan. "Kalau ibu-ibu dan bapak-bapak ingin copian surat itu, akan kami berikan," kata dia.

Meski demikian Gembong mengatakan kalau pihkanya hanya dapat mengusilkan, namun keputusan tetap ada di Pemprov DKI melalui Dinas Perumahan. "Sampai sekarang kami juga masih menunggu jawaban dari Dinas Perumahan," imbuh Gembong. Para penghuni rusun yang mendatangi DPRD didominasi kaum ibu dan bapak-bapak yang telah lanjut usia. (wok)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%