Setnov Ajukan Judicial Review, KPK: Kasus e-KTP Jalan Terus

Selasa, 14 November 2017 | 12:48
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Setya Novanto

INDOPOS.CO.ID - Kuasa hukum Ketua DPR Setya Novanto (Setnov), Fredrich Yunadi mengajukan uji materi terhadap Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menanggapi itu, komisi antirasuah santai dan siap menghadapinya.

"Sepanjang ada aturan hukumnya, tindakan yang dilakukan silakan saja. Kalaupun nanti ada persidangan di MK dan KPK dipanggil oleh MK sebagai pihak terkait tentu akan kami hadapi," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (13/11).

Dalam mengajukan uji materi UU KPK, dua pasal yang diajukan yakni Pasal 12 dan Pasal 46 ayat 1 dan 2. Menurut Fredrich, pasal mengenai penyidikan tersebut telah bertentangan dan terkesan mengabaikan UUD 1945.

Pasal itu menurutnya, diartikan bahwa KPK bisa memanggil orang yang diselidiki atau disidik dengan mengesampingkan undang-undang.

Sementara dalam Pasal 12, KPK dapat memerintahkan instansi terkait untuk melakukan pencegahan ke luar negeri maupun pencekalan. Menurut dia, pasal itu bertentangan dengan putusan MK tentang gugatan Pasal 16 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Namun seingat Febri, keputusan MK menguji terkait dengan batas waktu perpanjangan 6 bulan di dalam UU Imigrasi. "MK sudah memberikan tafsir di sana. Sekarang kalau benar yang diuji pasal 12 khusus untuk pencegahan ke luar negeri, silakan saja nanti MK akan melihat konstitusionalitas dari pasal tersebut," ucapnya juga,

Sementara itu ketika disinggung perihal apakah gugatan tersebut mempengaruhi kinerja KPK dalam mengusut perkara yang melibatkan Novanto, Febri menegaskan bahwa pengusutan terhadap kasus korupsi pengadaan KTP elektronik (e-KTP) tidak akan berhenti walaupun ada manuver-manuver untuk menghentikannya.

”Tapi kami pastikan hal itu tak akan memperlambat atau mengurangi keseriusan KPK untuk menangani kasus e-KTP," pungkasnya. (dna/ce1/JPG)

Editor : Syaripudin
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%