Izinkan Kembali Monas untuk Kegiatan Keagamaan, Langkah Anies Diapresiasi

Minggu, 19 November 2017 | 14:31
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Monas saat aksi 212 tahun lalu.

INDOPOS.CO.ID - Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka kembali area Monas sebagai kegiatan keagamaan, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Langkah Anies dinilai tepat, sebagai upaya memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk berkumpul dan bersosialisasi dengan sesama.

"Sejarah Monas tidak lepas dari acara-acara besar, sebut saja rapat raksasa Ikada yang dipimpin Bung Karno dan juga aksi 212. Jadi kami mengapresiasi dibukanya lagi Monas untuk pengajian oleh Pak Anies," ujar Muhidin Muhidin Muhtah, tokoh muda Betawi, Minggu (19/11).

Muhidin mengatakan, saat ini warga Ibu Kota kekurangan ruang terbuka untuk berkumpul. Akibatnya, fasilitas umum seperti jalan raya dan juga pemukiman penduduk kerap dijadikan area kegiatan. Sehingga, dapat memicu kemacetan dan terganggunya kepentingan umum.

"Dengan dibukannya kembali Monas diharapkan warga yang hendak menggelar kegiatan, baik itu pengajian oleh umat Islam maupun kegiatan keagamaan oleh umat non muslim lainnya bisa terfasilitasi dengan baik," katanya.

Namun, Muhidin menegaskan, apabila nantinya diizinkan menggelar kegiatan, warga harus memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan dan keamanan Monas. "Tidak boleh nyampah dan merusak fasilitas taman Monas. Harus tertib dan rapi. Kami kira itu bisa dilakukan jika melihat saat demo 212 lalu dengan jumlah pendemo yang banyak, kawasan Monas tetap terjaga dan tertib," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan penggunaan kembali lapangan Monas untuk acara-acara keagamaan. Bahkan, Pemprov DKI akan mengawalinya dengan menggelar kegiatan zikir di Monas pekan depan.

"Pada hari Minggu, ahad, minggu depan (26/11/2017), Insya Allah kami akan memulai penggunaan Monas untuk kegiatan zikir," kata Anies di sela acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan haul ke 19 pendiri Yayasan Addiniyah Attahiriyah, di Tebet, Jakarta Selatan.

Menurut Anies, penyelenggara dzikir itu adalah Pemprov DKI, bukan pihak lain. Pemprov akan menyelenggarakan Tausiah Kebangsaan. "Jadi kita undang hadirin yang hadir di sini," tandasnya.

Seperti diketahui, larangan kegiatan keagamaan di Monas dikeluarkan saat era mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Saat itu Ahok mengatakan, Monas hanya dibolehkan untuk kegiatan nasional dan upacara-upacara tertentu saja. (wok)


 

Editor : Asrullah
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
100%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%