BPJS Ketenagakerjaan Rekrut Kepesertaan Perangkat Wilayah se-Kecamatan Matraman

Selasa, 05 Desember 2017 | 19:05
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Rawamangun bersinergi dengan Kecamatan Matraman Jakarta Timur.  Alhasil, seluruh perangkat wilayah di sana mulai pengurus RT, RW, LMK, FKDM, dsb bergabung menjadi peserta program jaminan sosial ketenagakerjaan. Mereka mendaftar dua program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM).

Para perangkat wilayah tersebut serta  para tokoh masyarakat dihadirkan di Kantor Kecamatan Matraman, (5/12). Mereka mengikuti sosialisasi dengan tema "Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Bagi Perangkat RW, RT, LMK, FKDM, Jumantik, UMKM dan Sekolah PAUD, Kecamatan Matraman."

Hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun Moch Triyono SE, MM, Ketua Masyarakat Peduli (MP) BPJS, Syarief, sekaligus menjabat anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Jakarta Timur, Sofyan Taher, serta tuan rumah Camat Matraman, Achmad Solahuddin

Dalam acara bersubtema "Perangkat Daerah Juga Berhak Sejahtera" tersebut juga mengahadirkan petugas PPSU yang memberi testimoni manfaat JKK. Sebelumnya petugas tersebut ditabrak oleh motor hingga masuk rumah sakit dengan tagihan perawatan puluhan juta rupiah. Menariknya seluruh biaya pemulihan itu ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan sampai sembuh dan kembali bekerja.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketengakerjaan Jakarta Rawamangun, Moch. Triyono mengatakan, jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan hak bagi seluruh masyarakat pekerja. Termasuk juga hak bagi perangkat wilayah yang diperkerjakan oleh Pemda DKI.

”Program BPJS Ketenagakerjaan  ini sangat penting agar mereka juga terlindungi selama menjalankan tugas-tugas kewilayahan,” ungkap Trie di sela-sela kegiatan tersebut. Menurunya, segala pekerjaan pasti memiliki risiko. Mulai dari risiko kecelakaan kerja, risiko hari tua, risiko kehilangan pekerjaan, hingga kematian.”Apalagi ini di Ibu Kota Jakarta. Ketua RT tidak hanya melayani urusan administrasi saja, tapi juga harus ngurus tawuran antarwaga yang kerap terjadi,” ujar Triyono.

Program BPJS Ketenagakerjaan melindungi pesertanya terhadap risiko-risiko tersebut. Program tersebut antara lain, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kematian (JKM). Dikatakan, pihaknya berupaya agar seluruh masyarakat pekerja di Jakarta Timur terlindungi oleh program-program BPJS Ketenagakerjaan.

”Program jaminan sosial ini juga diharapkan mampu mencegah munculnya keluarga miskin baru akibat tulang punggung pencari nafkahnya mengalami kecelakaan kerja,” ujarnya. Dengan memiliki program jaminan sosial ketengakerjaan, maka beban biaya aklibat risiko tersebut ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketengakerjaan. Semisal jika terjadi kecelakaan kerja, peserta akan dicover dengan program JKK dengan manfaat yang luar biasa.

 JKK akan memberikan perlindungan perawatan rumah sakit sampai peserta sembuh dan kembali bekerja. Ruang perawatan selevel kelas 1 RS pemerintah. Itu tanpa batasan biaya dan tanpa batasan waktu sesuai indikasi medis dari dokter. Selama dirawat di RS, gaji peserta diganti  oleh BPJS Ketengakerjaan.

Begitu pula jika peserta mengalami cacat akan diberikan santunan sesuai dengan tingkat kecacatan. Bahkan dengan program return to work, peserta yang mengalami disabilitas akan dilatih dan didampingi sampai bekerja kembali atau mendapat pekerjaan sesuai kemampuannya. ”Pokoknya manfaat BPJS Ketengakerjaan ini luar biasa besar dan sangat tidak sebanding dengan iurannya yang sangat murah dan terjangkau bagi seluruh kalangan,” paparnya.

Triyono menggambarkan, untuk pengurus wilayah seperti RT, RW, LMK dsb akan diakomodasi minimal dengan dua program yaitu JKK dan JKM. Itupun dengan kepesertaan formal yang hanya dengan iuran kurang dari Rp 20 ribu perbulan dengan level upah minimum UMP DKI Jakarta.

Tidak hanya itu, pekerja bukan penerima upah (BPU) atau pekerja mandiri boleh mendaftar kepesertaan dengan minimal dua program, hanya dengan iuran Rp 16.800 dengan level upah sekitar Rp 1 juta. Dengan iuran semurah itu, peserta berhak mendapatkan manfaat yang unlimited tadi. 

Begitu pula jika peserta meninggal akibat kecelakaan kerja, maka ahli waris mendapatkan santunan 48 kali gaji. Menurut Triyono, iuran yang sangat murah itu merupakan wujud kehadiran Negara untuk memberikan jaminan sosial kepada seluruh masyarakat. ”Jadi Negara lebih mengutamakan besarnya manfaat perlindungan demi kesejahteraan masyarakat pekerja,” tuturnya. 

Pembicara lain, Ketua Masyarakat Peduli (MP) BPJS, Syarief,mengatakan pihaknya sangat mendukung perluasan kepesertaan BPJS Ketengakerjaan di seluruh wilayah DKI Jakarta. Bahkan pihaknya turut aktif blusukan untuk memastikan warga DKI terlindungi oleh program jaminan sosi.

Syarief yang juga sebagai anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta iti mendorong pula untuk kepesertaan perangkat wilayah seperti pengurus RT, RW, LMK, FKDM, dsb. Bahkan sebagai anggota dewan pihaknya akan memperjuangkan iuran kepesertaan perangkat wilayah tersebut dianggarkan menggunakan APBD sebagaimana pula iuran petugas PPSU.

Senada dengan Syarief, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Jakarta Timur, Sofyan Taher, mengaku pihaknya mendorong percepatan kepesertaan perangkat wilayah di seluruh Jakarta Timur.  Bahkan pihaknya menargetkan hingga akhir tahun ini seluruh perangkat wilayah dipastikan tetlindungi program BPJS Ketenagakerjaan.

Camat Matraman, Achmad Solahuddin, mengatakan, dalam pertemuan kali ini pihaknya merekrut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan perangkat wilayah di tingkat Kecamatan Matraman. Menyusul secepatnya akan ditindak lanjuti untuk mendaftar kepesertaan perangkat wilayah di tingkat kelurahan. Dikatakan, di Matraman ada 789 RT, 62 RW, dan 6 Kelurahan.

”Para perangkat ini nantinya akan menjadi corong untuk mengajak kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari kategori BPU, seperti UKM, pedagang kaki lima, dan semacamnya,” paparnya. (dni)  

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%